MARI BERBUAT...!!!

“Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu”. begitulah seharusnya kita dan para pemimpin kita bersikap/bertindak supaya kemaslahatan umat dapat segera kita rasakan.. sekarang ini banyak sekali insan-insan Indonesia yang berilmu tinggi, gelar sederet-deret, jabatan mumpuni tapi enggan mengamalkan apa yang dia kuasai, dia punya dengan berbagai macam alasan. kurang percaya dirilah, belum cukup ilmu-lah, ini-lah, itu-lah...

Kata Prof. Eko, “bertindaklah sebaik yang kita bisa, semoga Tuhan akan menyelesaikan sisanya”. Berbuat sesuatu untuk kebaikan itu tidak harus menunggu sampai kita berlebih. kalu kita hanya tahu Bismillah ya amalkanlah bismillah itu, kalau-pun kit hanya tahu alif ya amalkanlah alif itu. Tapi ya jangan lantas kebablasan... wong tahunya hanya secuil kok ngomongnya ngalor-ngidul ga karuan sampe ga jelas apa yang sebenarnya diomongkan... kalau sampai seperti itu bukan manfaat yang akan didapat, malah bisa-bisa bakal di hujat.
Seperti dalam diskusi yang kemaren pada rabu malam digelar temen-temen di Gg. Setanjung Sekaran yang membahas bagaimana harusnya mahasiswa berperan pada lingkungan sekitarnya terkait dengan tanggung jawab sosial yang di emban di pundak mahasiswa. Mahasiswa itu katanya agent of change dengan kata lain komunitas yang akan membawa perubahan pada lingkungnnya baik itu perubahan positif atau perubahan negative. Dengan adanya gerakan mahasiswa Orde Lama tumbang, melalui demo besar-besaran mahasiswa Orde Baru runtuh dan Orde reformasi pun bergulir dank arena adanya mahasiswa pula free sex (bagi yang beruntung, karena jaman sekarang katanya susah pengen nge-sex gratis/free) berkembang biak di lingkungan sekitar kampus tak terkecuali Sekaran dan sekitarnya. Ada temen saya yang mengeluh bahwa sekarang ini mahasiswa kurang peka terhadap situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Baik terhadap kebijakan pemerintah yang sering tidak berpihak terhadap rakyat kecil atau terhadap masalah yang melingkupi lingkungan sekitar kita yang kiranya perlu suatu sentuhan agar menjadi lebih baik.
Di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini seharusnya memudahkan kita untuk terus berkreasi dan berbuat sesuatu yang bermanfaat baik bagi kita sendiri dan juga bagi lingkungan disekita kita, jangan yang terjadi malah sebaliknya. Fenomena yang terjadi belakangan ini, dijaman yang serba mudah ini, malah melahirkan generasi yang pengennya serba instan, tidak kenal kerja keras, maunya yang serba gampang dan keseringanya nggampangke. naudzubillah mindalik.
Kawan-kawanku, mulai saat ini mari kita semua berbuat sesuatu untuk kembali menegaskan bahwa Mahasiswa itu adalah agent of change dalam arti yang positif. Tidak perlu muluk-muluk (ntar kalo jatuh juga sakit soalnya), lakkukanlah sesuatu yang kita bisa dengan sebaik mungkin, berbagi dengan sesama walau secuil, menolong tetangga walau tak seberapa, memperingatkan yang lupa walau kadang kita pun lupa, menegur yang alpa walau berat rasanya, meminta maaf jika bersalah dan memaafkan tanpa harus diminta. Sekali lagi “Berbuatlah sebaik yang kita bisa, semoga Tuhan menyelesaikan sisanya”. SALAM PERUBAHAN

Gang Setanjung, 8 November 2008
Komunitas Gojeg Reboan Setanjung

Label: ,